PEMANFAATAN LIMBAH PARALON MENJADI INSTRUMEN MUSIK
Keywords:
Paralon bekas, Instrumen Musik, Daur Ulang, Ekspresi KreatifAbstract
Pemanfaatan bahan nonkonvensional seperti paralon bekas sebagai instrumen musik menghadirkan suatu karya yang inovatif dan bernilai estetis. Fenomena ini berangkat dari keresahan terbatasnya media ekspresi kreatif yang terjangkau, berkelanjutan. Kota Bandung yang dikenal dengan segudang prestasi juga kreativitasnya, hadir sebuah ide yang datang dari komunitas yang bernama Noise Creator, menghadirkan alternatif instrumen yang mudah ditemukan dan juga terjangkau, dari sekian banyak limbah, paralon menjadi pilihan untuk bertransformasi menjadi instrumen musik. penggunaan paralon bekas juga sejalan dengan kampanye pengurangan limbah melalui pendekatan kreatif dan edukatif. Upaya ini tidak hanya menghadirkan medium seni yang lebih murah, tetapi juga membuka ruang baru untuk mengeksplorasi bunyi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang serta mengkaji karakter bunyi instrumen berbahan paralon bekas berdasarkan resonansi tabung udara. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain exploratif, melibatkan proses pemotongan pipa paralon dengan variasi ukuran untuk menghasilkan perbedaan frekuensi nada. Penelitian dilakukan di Noise Creator, sebuah ruang kerja kreatif yang berfokus pada transformasi limbah menjadi instrumen musik fungsional. Alat musik berbahan paralon ini mampu menghasilkan nada yang harmonis, mudah dimainkan, variasi panjang dan diameter tabung terbukti berpengaruh terhadap frekuensi yang dihasilkan, dan memiliki potensi sebagai media edukatif yang mendorong kreatifitas serta kesadaran lingkungan.
